Anak jalanan di Kota Bandung turun drastis | balkot.com
Wednesday, 23 July, 2014, 17.40

Anak jalanan di Kota Bandung turun drastis

Posted on 17.40, Wednesday, April 17, 2013 | 33 Views | in SUDUT KOTA

Anak jalanan di Kota Bandung turun drastisWalikota Bandung Dada Rosada saat membuka acara workshop penanganan PMKS jalanan di Kota Bandung, di Hotel Karang Setra, Rabu (17/4).

Bandung, BALKOT.com – Wali Kota Bandung Dada Rosada merasa prihatin terhadapa para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang ada di Kota Bandung.

Meskipun menurutnya mereka lebih banyak berasal dari luar Kota Bandung. Hal tersebut diungkapkan setelah membuka acara workshop penanganan PMKS jalanan di Kota Bandung, Rabu (17/4).

Dada mengatakan, upaya penanggulangan masalah tersebut terus dilakukan dan ditingkatkan.

“ Apalagi dengan melihat kegiatan-kegiatan yang dilakukan Dinas Sosial, dan rencana pembangunan Pusat Pelayanan Usaha Kesejahteraan Sosial (Puskesos), saya menaruh harapan besar, Insya Allah PMKS ini dapat terselesaikan,” kata Dada.

Meskipun upaya penanggulangan terus ditingkatkan, mungkin saja masih menyisakan beberapa hal, yang dapat mengganggu ketertiban umum, dan kebersihan Kota.

“Penanggulangan PMKS ini mungkin saja masih terkendala dengan berbagai kekurangan, bisa personil maupun pembiayaan yang belum menjangkau permasalahan yang ada, katanya.

Dada berharap, anggaran unutk PMKS dapat diperbesar lagi, tanpa mengurangi anggaran yang lain. Karena, PMKS harus menjadi prioritas.

“Mudah-mudahan pendapatan kita meningkat, sehingga  anggaran penanganan PMKS ini dapat kita tingkatkan, dengan tanpa mengurangi anggaran yang lain,” harapnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Bandung Siti Masnun mengatakan,  saat ini di Kota Bandung tercatat sekitar 127.000 orang termasuk PMKS, jumlah tersebut terbagi kedalam 24 jenis PMKS, seperti anak jalanan, bayi terlantar, fakir miskin, korban bencana, dan penyandang disabilitas.

“Untuk penyandang disabilitas sendiri ada sekitar 7.000 orang, sedangkan untuk anak jalanan berdasarkan pendataan tahun 2012, jumlahnya sekitar 800 orang, jumlah tersebut menurun drastis dari pendataan tahun 2010 yang mencapai 4.000an orang,”katanya.