HUKUM & KRIMINAL | balkot.com
April 21, 2014, 18.34

Desi, Akhirnya Mengaku Culik Bayi Valencia

Posted on April 13, 2014 by in HUKUM & KRIMINAL

Desi, Akhirnya Mengaku Culik Bayi Valencia

Balkot.com, Bandung – Setelah berbelit-belit memberikan keterangan, Desi Ariani (32) akhirnya mengaku menculik bayi Valencia, putri pasangan Toni Manurung dan Lasmaria di RS Hasan Sadikin Bandung, 25 Maret lalu.

“Dia sudah mengaku mengambil bayi itu dan ingin memilikinya,” ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Mashudi ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Minggu (13/4/2014).

Ketika disinggung kemungkinan si bayi akan jadi korban trafficking, Mashudi menyatakan penyidik masih mendalaminya.

“Sejauh ini karena ingin memiliki saja,” tandasnya.

Dengan adanya pengakuan dari Desi tersebut, polisi akan segera menetapkannya menjadi tersangka.

“Besok Senin akan kita naikkan statusnya jadi tersangka,” ujarnya.

Menurut Mashudi kejiwaan pelaku sudah diperiksa. “Hasilnya bagus,” katanya.

Sebelumnya, saat diperiksa Desi seringkali mengaku tengah hamil dan merasa bayi Valencia itu anaknya. Bahkan sekali waktu ia mengaku merasa Toni Manurung, ayah bayi yang diculiknya sebagai suaminya.

Desi, Pelaku Penculikan Bayi Valencia Jalani Pemeriksaan

Posted on April 13, 2014 by in HUKUM & KRIMINAL

Desi, Pelaku Penculikan Bayi Valencia Jalani Pemeriksaan

Balkot.com, Bandung – Setelah menjalani perawatan selama 15 hari, polisi akhirnya memeriksa Desi Ariani (32), pelaku penculikan bayi Valencia Manurung di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Desi dicecar hingga 30 pertanyaan.

Hal itu diungkapkan Kapolda Jabar Irjen Pol M Iriawan saat ditemui usai melakukan penyidikan di Gedung Kemuning RSHS, Jalan Pasteur, Kamis (10/4).

“Tadi kita udiensi dengan dokter, apakah yang bersangkutan (pelaku) sudah bisa diperiksa atau tidak. Ternyata tim dokter menyampaikan sudah bisa. Maka kita lakukan pemeriksaan awal saja,” ujar Iriawan.

Iriawan mengatakan, dalam pemeriksaan tahap awal ini, pihak kepolisian menanyakan seputar perjalanan hidup, keluarga dan latar belakang pelaku datang ke RSHS.

“Bagaiman waktu dia masuk ke RS ini. Bagaiman ceritanya, bagaimana waktu dia masuk ke ruangan bayi itu,” terangnya.

Menurut Iriawan, pelaku cukup lancar berbicara. Saat ditanya, ceritanya melebar kemana-mana. Maka itu pihaknya membatasi sebanyak 20 hingga 30 pertanyaan.

“Sekarang di dalam masih penyidikan, baru sepuluh pertanyaan. Rencana sampai 20-30 pertanyaan. Kalau terlalu banyak juga takut yang bersangkutan capek,” tandasnya.

Selasa malam (25/3), sekitar pukul 19.00 WIB Desi berpura-pura menjadi dokter dan menculik bayi Valencia yang baru dilahirkan sembilan jam lalu. Dari pengamatan CCTV, bayi itu digendong di bagian pundak kanannya dan ditutupi jas putih mirip dokter. Ia terlihat tenang. Langkahnya tidak terburu-buru.

Jumat malam (28/3), sekitar pukul 21.30 WIB, polisi menggerebek kosannya di daerah Pasirkaliki. Ia menyelinap pergi keluar rumah dan Desi melompat dari jembatan layang Pasupati, hingga beberapa bagian tubuhnya mengalami patah tulang. Sementara polisi berhasil mengamankan sang bayi di kamarnya.

Transjakarta pecat petugas cabul

Posted on January 28, 2014 by in HUKUM & KRIMINAL

Transjakarta pecat petugas cabul

BALKOT.com, Jakarta – Unit Pengelola (UP) Transjakarta, resmi pecat empat petugas Transjakarta yang kedapatan melakukan pelecehan seksual terhadap penumpang di Halte Harmoni.

Keempatnya pun telah mengakui telah melakukan perbuatan tidak senonoh tersebut kepada penumpang berinisial YF. Sebelumnya, keempat petugas Transjakarta itu hanya dijatuhi sanksi dinonaktifkan.

Kepala Humas UP Transjakarta, Sri Ulina Pinem mengatakan, keempat petugas tersebut telah mengakui perbuatannya. Sehingga pihaknya langsung mengambil tindakan tegas dengan memecat keempatnya karena telah mencoreng instansi.

“Para pelaku pelecehan seksual sudah mengakui perbuatannya,” kata Ulina kepada beritajakarta.com, Selasa (28/1).

Ulina menambahkan, keempatnya diberhentikan dengan tidak hormat oleh UP Transjakarta. Selanjutnya kasus tersebut diserahkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. “mereka diberhentikan dengan tidak hormat oleh UP Transjakarta,” jelasnya.

Sebelumnya, keempat petugas hanya dikenakan sanksi dinonaktifkan. Sebab UP Transjakarta masih menunggu hasil pemeriksaan dari kepolisian.
Pemberhentian baru bisa dilakukan setelah pihaknya menerima surat resmi dari Polres Metro Jakarta Pusat.

Petugas tersebut berinisial  DLS, ILA alias Ipank, MK alias Aki dan EKL. Penumpang yang bernasib malang tersebut merupakan karyawati di salah satu perusahaan swasta di ibu kota.

Para pelaku dijerat pasal 281 KUHP, tentang Pelecehan Seksual. Sesuai pasal itu, keempatnya diancam hukuman 2,8 tahun penjara. Petugas kepolisian juga telah mengamankan barang bukti berupa baju korban yang terdapat noda sperma, tutup Ulina. (ris)

Lagi, Politisi Demokrat diperiksa

Posted on January 28, 2014 by in HUKUM & KRIMINAL

Lagi, Politisi Demokrat diperiksa

BALKOT.com, Jakarta – Lagi-lagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa anggota fraksi Partai Demokrat Umar Arsal dan Michael Wattimena dalam kasus dugaan penerimaan hadiah terkait pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah (P3SON) di Hambalang dan proyek-proyek lain dengan tersangka Anas Urbaningrum.

“Yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka AU (Anas Urbaningrum),” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha di Jakarta, Selasa (28/1), lapor Antara.

Umar dan Michael pun memenuhi panggilan KPK tersebut. Saat tiba di Gedung KPK, keduanya tidak memberikan komentar.

Sebelumnya, Umar Arsal dan Michael Wattimena telah diperiksa KPK untuk kasus yang sama.

Sementara itu, KPK pada Senin juga memeriksa direktur PT Msons Capital Munadi Herlambang. PT Msons Capital adalah perusahaan subkontraktor dalam proyek Hambalang.

Selain itu, KPK juga melakukan pemeriksaan terhadap staf bendahara Partai Demokrat Rezafi Akbar, mantan anggota DPR Sudewa, mahasiswa doktoral Universitas Sahid M Rahmad, dan staf fraksi partai Demokrat Nuril Anwar.

Hingga hari ini, Polisi tilang 268 kendaraan di jalur bus Transjakarta

Posted on November 26, 2013 by in HUKUM & KRIMINAL

Hingga hari ini, Polisi tilang 268 kendaraan di jalur bus Transjakarta

BALKOT.com, Jakarta – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menilang 268 kendaraan pelanggar jalur bus TransJakarta hingga Selasa pukul 02.00 WIB.

Seperti dilansir dari Antara, Selasa (26/11), Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Hindarsono di Jakarta, mengatakan “Kemarin anggota kami menindak 254 kendaraan yang melanggar. Hari ini sampai dengan siang hari, pelanggar yang ditindak lebih banyak.”

Jumlah personel yang diterjunkan untuk menindak pelanggar jalur bus TransJakarta pada hari kedua, kata dia, pelaksanaan denda maksimal lebih banyak daripada sebelumnya.

Namun, dia tidak tahu apakah penambahan personel itu memiliki korelasi dengan peningkatan pelanggar jalur bus TransJakarta yang berhasil ditindak.

“Hari ini personel yang diturunkan kurang lebih 250 hingga 300 orang dari Polda dan wilayah. Yang kami harapkan dengan adanya denda tertinggi, akan muncul kesadaran di masyarakat untuk tertib berlalu lintas,” katanya.

Menurut dia, penerapan denda tertinggi bagi pelanggar jalus bus TransJakarta bertujuan untuk menekan pelanggaran. Perlu dimunculkan kesadaran dan rasa malu pada pengguna jalan untuk tidak masuk ke jalur bus TransJakarta.

“Kalau rasa malu sudah tinggi, tentu tidak ada lagi pengguna jalan yang lewat ke jalur bus TransJakarta,” jelasnya.

Menurut data yang dirilis Ditlantas Polda Metro Jaya, dari 30 Oktober 2013 hingga 25 November 2013 atau 26 hari, tilang pelanggaran jalur bus TransJakarta mencapai 8.534 kendaraan.

Jenis kendaraan yang paling banyak melanggar jalur bus TransJakarta adalah sepeda motor, mencapai 6.486 pelanggar, disusul mobil pribadi (1.176), angkutan umum (732) dan kendaraan beban (140).

Sedangkan jenis profesi yang paling banyak melanggar adalah karyawan swasta, mencapai 6.476 pelanggar, disusul pengemudi (1.134), mahasiswa (524), pelajar (226), pedagang/buruh (166), pegawai negeri sipil (7) dan TNI/Polri (1). (red)

Bentrok Ormas di Bali sebabkan satu orang terluka

Posted on October 14, 2013 by in HUKUM & KRIMINAL

Bentrok Ormas di Bali sebabkan satu orang terluka

BALKOT.com, Denpasar – Seorang mengalami luka-luka akibat sabetan senjata tajam dalam keributan yang dilakukan oleh beberapa oknum dengan melibatkan organisasi masyarakat (ormas) di Denpasar.

Seperti dikutip dari Antara, Senin (14/10), Kapolresta Denpasar, AKBP Djoko Hariutomo, saat meninjau tempat kejadian perkara mengatakan “Seorang terluka segera dilarikan ke rumah sakit, kami akan dalami sejauh mana luka yang dideritanya itu.”

Seorang korban yang belum diketahui pasti identitasnya tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya, Denpasar, untuk menjalami perawatan intensif. Pihak kepolisian menduga keributan yang awalnya dipicu oleh permasalahan perorangan itu disebabkan oleh kesalahpahaman.

Namun, Djoko tidak memperjelas kesalahpahaman apa yang melatarbelakangi keributan tersebut karena masih diselidiki pihak kepolisian. “Ini bukan bentrok karena masalah sendiri-sendiri, biasa kalau kemudian dia meminta bantuan ke teman-temannya dan mereka datang,” katanya.

Ratusan massa yang berasal dari dua ormas yakni Baladika dan Laskar Bali terlibat keributan di sekitar pertigaan Jalan Mahenderadatta atau dikenal dengan Jalan Kargo tepatnya di depan Pasar Batu Kandik, Denpasar sekitar pukul 13.00 Wita. Sejumlah warga setempat menuturkan bahwa massa tersebut terlihat membawa senjata tajam berupa pedang dan trisula. (red)

KPK diminta batalkan perekrutan penyidik TNI

Posted on October 14, 2013 by in HUKUM & KRIMINAL

KPK diminta batalkan perekrutan penyidik TNI

BALKOT.com, Semarang – Anggota Komisi III DPR Eva Kusuma Sundari meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membatalkan rencana perekrutan penyidik dari kalangan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Seperti dikutip dari Antara, Minggu (13/10), Eva, di Semarang mengatakan “Saya memprotes dan menyesalkan rencana KPK merekrut penyidik dari kalangan TNI.”

Pelibatan TNI sebagai penegak hukum, kata dia, menyalahi amanat reformasi yang memerintahkan TNI untuk profesional dengan kembali ke barak dan fokus pada tugas pertahanan.

Menurut Eva, reformasi keamanan sendiri masih mengalami kendala serius dengan penolakan TNI untuk memasukkan delik umum ke dalam peradilan umum –revisi Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer– apalagi ditambah pidana khusus untuk pemberantasan korupsi.

“Hal itu dibuktikan KPK dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hampir tidak pernah memroses kasus korupsi di tubuh TNI,” kata Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR itu.

Dengan demikian, rencana KPK untuk merekrut TNI sebagai penyidik mengganggu dua agenda reformasi sekaligus, yaitu penghapusan dwifungsi TNI dan pemberantasan korupsi.

“Saya mengimbau KPK tidak panik menghadapi mafia-mafia eksekutif (SKK Migas), sehingga harus melibatkan TNI yang risikonya justru membahayakan demokrasi,” kata Eva.

Memasuki tahun politik, lanjut dia, sepatutnya penguasa tidak menyeret-nyeret TNI ke dalam politik di luar tugas dan fungsinya (tupoksi). (red)

Ancam ledakan Alfamart, mantan pegawai toko ini ditangkap Polisi

Posted on October 4, 2013 by in HUKUM & KRIMINAL

Ancam ledakan Alfamart, mantan pegawai toko ini ditangkap Polisi

BALKOT.com, Bekasi – Dalam dua hari, Kepolisian Sektor Cikarang Barat Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berhasil mengungkap kasus teror bom yang terjadi di Alfamart Imam Bonjol III Kampung Gardu Sawah.

seperti dikutip dari Antara, Jumat (4/10), Kapolsek Cikarang Barat, Kompol Andre Librian mengatakan “Pelaku yang berhasil ditangkap di Desa Kalijaya, Kecamatan, Cikarang Barat bernama Adi Nugroho (27) yang ternyata mantan pegawai toko yang telah keluar selama delapan bulan lalu.”

Menurut dia, pelaku ditangkap berkat penyelidikan saksi-saksi dan pengumpulan bukti-bukti kuat yang pada akhirnya mengarah kepada Adi.

“Dua hari kami bekerja ekstra di bantu tenaga teknologi informasi hingga akhirnya pelaku dapat kami tangkap di Jababeka II, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi,” katanya.

Dari hasil intrograsi petugas, pelaku nekat menjalankan aksinya lantaran sakit hati kepada koordinator wilayah toko yang sering melakukan mutasi terhadap dirinya.

“Sakit hati motifnya, Pelaku merasa kesal lantaran saat bekerja di Alfamart sering dimutasi oleh atasanya,” katanya.

Akibat perbuatannya itu, pelaku terancam pasal berlapis di antaranya Pasal 6 UU RI no 15 tahun 2003 tentang pidana Terorisme dan atau pasal 29 Jo Pasal 45 ayat (3) UU RI No 11 tahun 2008 kentang Informasi Transaksi Eletronik dan pasal 335 KUHP.

“Ancaman penjara maksimal 20 tahun penjara,” katanya.

Menurut Andre, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit telepon genggam merk Mito warna hitam dengan dua ‘sim card’ dengan nomor 085377775348 dan 087804285086.

“‘Handphone’ dan dua nomor itu yang digunakan pelaku untuk melakukan teror bom di Alfamart tersebut. Kami juga mengamankan satu unit pesawat Matrix warna hitam milik Alfamart,” ujarnya.

Aksi teror bom melalui SMS itu terjadi di Alfamart Imam Bonjol III Kampung Gardu Sawah, Desa Kalijaya, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Selasa (1/10).

Pelaku melakukan teror bom dengan mengirimkan SMS sebanyak tiga kali dengan dua nomor berbeda kepada nomor server Toko Alfamart.

Di antaranya, “Waspada Sudah Saya Letakan Bom Di Toko Anda” kemudian SMS kedua dan ketiga bertulis sama ” 2 Jam Lagi Akan Saya Ledakan…Waspada”.

Mendapat laporan tersebut, kepolisian langsung menerjunkan Tim Gegana Polda Metro Jaya guna memeriksa bom. Hasilnya, ternyata bom tersebut tidak ada atau steril. (red)

KPK cegah Gubernur Banten ke luar negri

Posted on October 4, 2013 by in HUKUM & KRIMINAL

KPK cegah Gubernur Banten ke luar negri

BALKOT.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah pergi keluar negeri terkait dengan kasus suap sengketa pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Lebak.

Seperti dilansir dari Antara, Jumat (4/10), Juru Bicara KPK, Johan Budi di Jakarta mengatakan, “Tadi sore KPK mengirim surat cegah untuk penanganan perkara pilkada di Lebak, atas nama Ratu Atut Chosiyah untuk enam bulan ke depan, maksudnya agar sewaktu-waktu yang bersangkutan dimintai keterangan, tidak sedang berada di luar negeri,” katanya.

Selain karena kabupaten Lebak berada dalam provinsi Banten, KPK juga sudah menetapkan adik Atut, Tubagus Chaery Wardhana yang juga suami Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diani itu sebagai tersangka selaku pemberi suap dalam kasus yang sama.

“Hubungan darah tidak terkait dengan kasus, pencegahan Atut ini berkaitan dengan kasus yang disidik KPK, berkaitan dengan Lebak, tapi saya tidak tahu detailnya,” kata Johan.

Ia juga memastikan Ratu Atut akan diperiksa. “Tentu akan dilakukan pemeriksaan itu, tapi kapannya saya belum tahu dan jadwalnya, karena tujuan pencegahan adalah pemeriksaan,” jelas Johan. (red)

Pakar: Penangkapan Akil cederai kepercayaan masyarakat kepada MK

Posted on October 4, 2013 by in HUKUM & KRIMINAL

Pakar: Penangkapan Akil cederai kepercayaan masyarakat kepada MK

BALKOT.com, Semarang –  Pakar hukum pidana Universitas Diponegoro Semarang, Nyoman Sarikat Putrajaya berpendapat,  Mahkamah Konstitusi sulit mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga itu.

“Bukan hanya kepercayaan masyarakat terhadap MK yang luntur, tetapi terhadap keadilan di negeri ini. Jujur saja, ini (pulihnya kepercayaan masyarakat) akan agak lama,” katanya di Semarang, Kamis (3/10), lapor Antara.

Pernyataan itu menanggapi tertangkap tangan dan ditetapkannya Ketua MK, Akil Mochtar sebagai tersangka oleh KPK terkait dugaan suap terkait Pilkada Lebak dan Gunung Mas.

Menurut Guru Besar Fakultas Hukum Undip itu, jajaran hakim konstitusi yang lainnya harus berupaya keras mengembalikan kepercayaan masyarakat yang kini tercoreng dengan penangkapan Ketua MK Akil Mochtar.

“Bagaimanapun, Mahkamah Agung dan MK dianggap sebagai puncak kekuasaan kehakiman untuk masyarakat yang ingin keadilan. Ini (penangkapan Ketua MK) jelas mencederai kepercayaan masyarakat selama ini,” katanya.

Nyoman mengaku terkejut mendengar berita penangkapan Ketua MK oleh KPK. Sebab, selama ini ia berpikir orang yang menduduki jabatan hakim konstitusi pasti bersih, berintegritas tinggi, dan profesional.

Apalagi, kata dia, MK termasuk lembaga baru yang dibentuk pada era reformasi sebagaimana dengan KPK, sehingga harusnya menjadi teladan bagi lembaga-lembaga penegak hukum lain yang sudah lama terbentuk.

“Biasanya, saya tidak terkejut sampai seperti ini. Karena itu, setiap langkah pimpinan MK harus sesuai dengan landasan hukum dan kewenangannya, jangan ‘aneh-aneh’. Profesi hakim kan dilandasi kode etik,” katanya.

Godaan atau ‘iming-iming’ semacam itu pasti ada, kata dia, tetapi seharusnya tidak sampai tergiur menerima dengan landasan integritas yang dimiliki terhadap profesinya, apalagi sebagai hakim konstitusi.

“Tentu, sistem rekrutmen hakim konstitusi harus dibenahi kembali. Bagaimana ‘track record’ calon hakim konstitusi diperhatikan, integritasnya bagaimana agar tidak terulang kembali seperti ini,” katanya.

Nyoman mengungkapkan menjadi ‘pekerjaan rumah’ besar yang diemban hakim-hakim konstitusi lainnya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga itu dan “pintu gerbang keadilan” di negeri ini.

“Ya memang agak lama. Tetapi yang penting bagaimana hakim-hakim konstitusi sekarang ini tetap menjaga integritasnya dalam menjalankan tugas, melakukan langkah sesuai kewenangannya, dan profesional,” tutupnya. (*)