UN Agar Siswa Bisa “Naik Tangga” | balkot.com
April 13, 2014, 10.26

UN agar siswa bisa “naik tangga”

Posted on 10.26, Wednesday, May 8, 2013 | 228 Views | in PENDIDIKAN

UN agar siswa bisa “naik tangga”Ketua Panitia UN provinsi Jabar Drs Dedi Sutardi, M.Pd. | balkot.com

Bandung, BALKOT.com – Karut marutnya pelaksanaan ujian nasional (UN) tahun 2013 terutama tingkat SMA/MA, menimbulkan berbagai pertanyaan, diantaranya muncul pertanyaan semu “Apa gunanya UN..? ”.

Namun bila dicermati pada Undang-undang N0 20 tahun 2003, tentang sistem pendidikan nasional, dinyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Dengan kata lain UN adalah sistem evaluasi standard pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan Depdiknas.

Artinya UN digunakan sebagai standardisasi dari pemerintah untuk menguji kelayakan seorang siswa untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan sebagai upaya pemerataan mutu pendidikan secara nasional. UN juga digunakan sebagai pembanding tingkat pendidikan Indonesia dengan negara lain.

Pada suatu kesempatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhammad Nuh, menyebut UN merupakan proses belajar untuk memetakan pendidikan seorang anak. Sedangkan tugas masyarakat dan orangtua adalah mendukung anak agar bisa lulus.

“UN itu seperti anak tangga, tugas kita memberikan dukungan agar mereka bisa naik tangga secara baik, jangan sampai kepeleset. Jadi kalau ada yang mengusulkan agar UN dihapus,  mereka gimana naik tangganya?” kata  Nuh, saat meninjau pelaksanaan UN SMP di Pulau Pari Kepulauan Seribu, Jakarta, beberapa waktu lalu

UN di Jabar Relatif Aman
Keterlambatan juga selain dikarenakan faktor geografis, faktor alam seperti banjir sangat mengganggu. Seharusnya, hal seperti itu sudah dapat diantisipasi oleh pihak terkait.

Pada hari pertama pelaksanaan UN SMA/MA 2013, Senin (15/4), Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, meninjau pelaksanaan UN di SMAN 8 dan SMKN 3 Bandung, Jalan Solontongan Kota Bandung, Heryawan yakin pelaksanaan UN di Jabar berjalan lancar.

Menurut Heryawan, saat ini UN sudah sampai pada tahapan yang sulit dimanipulasi, sehingga kemungkinan kebocoran soal akan sulit. “Sekarang satu kelas maksimal 20 orang dan 20 jenis soal, satu sama lain beda, nyontek enggak berlaku, enggak mungkin nanya,bbm-an atau sms-an,” kata Heryawan, seraya menegaskan di Jabar tidak ada keterlambatan soal UN.

Sementara itu, Ketua Panitia UN provinsi Jabar Drs. Dedi Sutardi, M.Pd, mengakui bahwa UN tahun ini ada keterlambatan tidak seperti tahun sebelumnya. Karena tahun lalu H-2 naskah soal sudah sampai ke kabupaten/kota masing-masing. Sedangkan tahun sekarang H-2 masih berada di titik bongkar, di Gudang Provinsi- Cibitung, Kabupaten Bekasi. UN tahun ini berbeda dari tahun lalu dimana tahun ini variasi soalnya sangat banyak sehingga membuat kerumitan pihak percetakan.

“Karenanya, ke depan harus diantisipasi sejak jauh-jauh hari terutama oleh pihak percetakan, agar hal yang sama tidak terjadi lagi,” harap Dedi

Menanggapi adanya wacana dari berbagai pihak yang hendak menghapuskan UN, Dedi tidak sependapat. Karena menurutnya, UN sebagai tolak-ukur standar nasional dalam mencapai kualitas pendidikan siswa. Ditambahkan Dedi, yang perlu disikapi mengapa UN ditakuti oleh para siswa, guru dan orangtua.

“Padahal, sudah ada Standar Kompetensi dan Kopetensi Dasar (SKKD) serta Standar Kompetensi Lulus (SKL) yang dipedomani oleh semua guru dan sekolah diseluruh NKRI,” paparnya.

Sebenarnya, lanjut Dedi, UN tidak perlu ditakuti oleh siswa, guru dan orangtua karena SKKD tersebut dipegang oleh guru dan sekolah. Kecuali kalau guru dan sekolah menyimpang dari aturan yang ada dalam SKKD.

Ketika ditanya tentang kebocoran, Dedi menyebutkan sampai saat ini ia belum menerima laporan. Sedangkan untuk UN tingkat Sekolah Dasar (SD), Dedi merasa optimis akan berjalan lancar. Karena menurut dia, menyiapkan bahan UN tingkat SD tidak serumit tingkat SMP dan SMA. “Mudah-mudahan berjalan lancar. doa kan saja,” imbuhnya. (Ronny)