Home Politik Sudrajat : Punya Indikasi Korupsi Hak Dipilihnya Harus Dicabut

Sudrajat : Punya Indikasi Korupsi Hak Dipilihnya Harus Dicabut

SHARE
TUAN RUMAH - Cagub-Cawagub Sudrajat dan Syaikhu saat menerima kunjungan KPU Jawa Barat, Bawaslu Jawa Barat, Kapolda Jawa Barat dan Pangdam III Siliwangi di Graha Kalipah Jl Djuanda, Dago, Bandung.

Balkot.Com, Bandung –  Calon Gubernur Jawa Barat Sudrajat mengatakan pemberantasan korupsi bukan dari muaranya saja, perilaku korup juga harus diberangus.

“Menyalip dalam antrean itu korupsi, masuk kantor tidak tepat pada waktunya itu korupsi,” kata Sudrajat di Gedung Indonesia Menggugat (GIM) Jl Perintis Kemerdekaan, Bandung, Sabtu (3/3).

“Jadi banyak nilai-nilai korupsi lain seperti orang jual sayur, orang jual salak, orang jual dukuh, di atas dukuh bagus di tengahnya dukuh jelek, itu adalah perilaku korupsi yang harus kita geluti,” tambahnya.

Menurut Sudrajat, masalah korupsi bukanlah masalah yang ada di muara yang harus ditangkapi dengan OTT. Tapi ada yang mendasar yaitu akhlak, yang harus kita tegakkan.

“Makanya saya bercermin untuk Jawa Barat bahwa Jawa Barat harus berdasarkan ketakwaan karena ketakwaan ini membangun akhlak yang tidak koruptif,” katanya.

Oleh karena itu, Sudrajat menyarankan, orang yang punya indikasi korupsi hak dipilihnya harus dicabut. Dia tidak boleh lagi mencalonkan menjadi pemimpin karena perilakuknya adalah koruptif.

Sudrajat mengaku setuju dengan rencana KPK yang menginginkan saksi hanya disediakan oleh KPU,  sebagai upaya menyempurnakan sistem demokrasi di Indonesia.

“Sekarang sebagian dari alat-alat peraga itu diproduksi dibuat oleh KPUD, ini juga tujuannya untuk mencegah terjadinya pola-pola korupsi di dalam pilkada,” pungkasnya.(St)