Home Pendidikan Alumni 86 SMA Pajajaran Gelar Reuni Perdana, Selanjutnya Bantu Yayasan

Alumni 86 SMA Pajajaran Gelar Reuni Perdana, Selanjutnya Bantu Yayasan

SHARE
REUNI - Alumni 86 SMA Pajajaran Bandung, gelar reuni perdana Reuni bisa terselenggara, dan berlangsung meriah, setelah panitia mengumpulkan para alumni selama kurang lebih 6 bulan.

Balkot.Com, Bandung – Untuk pertama kalinya, setelah 32 tahun lulus sekolah, siswa/siswi SMA Pajajaran Kota Bandung, melaksanakan reuni. Setelah itu, akan disusun kegiatan-kegiatan bermanfaat lainnya, yang mendesak, dan harus secepatnya dibantu adalah bekerjasama dengan Yayasan Pajajaran mengaktivkan kembali sekolah, yang telah vakum selama 4 tahun.

Reuni yang dihadiri sedikitnya 65 alumni angkatan 86, berlangsung meriah, berbagai kegiatan dilaksanakan, mulai dari tukar menukar kado yang harganya tidak lebih dari Rp20 ribu, pembagian doorprice, menyebar doorprice untuk diperebutkan, menyanyi dengan orgen tunggal, hingga gelar permainan, bambu gila.

Ketua Panitia Lia Herlina mengatakan mencari teman yang sudah terpisah selama 32 tahun itu tidak mudah, jadi kalau saat ini hadir sekitar 65 orang itu sudah prestasi.

“Reuni ini bisa terwujud setelah kita bekerja selama 6 bulan,” kata Lia saat memberikan sambutan di acara reuni.

Dijelaskan, 6 bulan lalu datang orang tidak dikenal yang sosoknya mirip depkolektor. Kunjungan orang tersebut, terang membuat kaget mengingat saat itu Lia memang tengah nunggak tagihan motor.

“Saya terima orang tersebut di depan pintu rumah saja, nggak saya suruh masuk, abis seram dan saya tidak mengenal dia,” katanya.

Saat orang tidak dikenal tersebut, berbicara tentang teman perempuan sahabat semasa sekolah, Lia tetap ragu, maka orang yang mengaku bernama Silver Love itu selanjutnya ditantang untuk menelepon teman yang dimaksudnya.

Setelah yakin, orang tak dikenal benar teman semasa SMA, dulu. Barulah keraguan Lia, sirna dan pembicaraan demi pembicaraan pun mengalir.

Tak pelak, ketika Silver Love menantang Lia untuk membuat reuni, tantangan tersebut langsung disambut dengan suka cita.

“Awalnya, buat grup WA, saat itu, anggota baru 3, dan sedikit demi sedikit, anggota bertambah, rencana reuni pun disusun,” jelasnya.

Agar reuni yang sudah disusun tidak gagal, Lia yang sudah bersemangat  menjalin silaturahmi dengan teman SMA, langsung ambil keputusan melakukan aksi jemput bola, menagih biaya reuni yang nilainya sudah disepakati Rp150 Ribu.

“Sukur, dengan adanya aksi jemput bola itu, teman yang ditagih tidak hanya sekedar membayar uang reuni tetapi juga memberikan donasi agar teman-teman yang tidak mampu bisa tetap ikut walau tidak membayar uang reuni,” katanya.

Selain itu, kelebihan uang donasi selanjutnya dimanfaatkan untuk membeli doorprice dan berbagai keperluan tak terduga lainnya.

Harapan Lia, tali silaturahmi yang sudah terjalin bisa terus berlangsung, sambil jalan teman lama yang belum diketahui keberadaannya.

“Kalau perlu nanti dibuatkan kegiatan-kegiatan bermanfaat, agar kebersamaan terus terjalin,” jelasnya.

“Kegiatan bermanfaat, yang saat ini sudah terpikir untuk dilakukan adalah membantu Yayasan Panjajaran menghidupkan kembali sekolah yang telah vakum sekitar 4 tahun,” tambahnya.

Hal tersebut direncanakan karena tidak ingin sekolah yang saat ini, lulusannya banyak menjadi orang-orang berpengaruh di negeri ini hilang tergerus jaman.

Lulusan SMA Pajajaran, menurut Lia saat ini banyak yang menjadi orang hebat, di kepolisian dan kemiliteran banyak yang sudah berpangkat jenderal, di dunia akademis banyak yang sudah bergelar profesor, dll.

Ketua Yayasan Pajajaran Ade Muhtar membenarkan saat ini SMA Panjajaran sudah vakum, dan rencananya sekolah akan aktiv kembali pada tahun ajaran 2018/2019, mendatang.

“Sekolah vakum sejak 4 tahun lalu, bila teman-teman alumni memang punya keinginan untuk membantu pihak sekolah, saya dari pihak yayasan mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya,” pungkas Ade. (Aris)