Home Sudut Kota Cari Keluarga Alm Ayah, Video Perawan Kota Bunga Viral di Arab Saudi

Cari Keluarga Alm Ayah, Video Perawan Kota Bunga Viral di Arab Saudi

SHARE
Mona juga mengaku bahwa ia bertemu dengan al-Harbi saat berada di Indonesia pada hari libur.

Balkot.Com – Sebuah video tentang seorang gadis kecil keturunan Arab Saudi dan ibunya dari Indonesia, menjadi perhatian pengguna media sosial di Arab Saudi.

Perawan cantik perparas timur tengah yang tinggal di kawasan Kota Bunga, Cianjur, Jawa Barat itu, tengah mencari keluarga ayahnya yang telah meninggal.

Dalam video yang diunggah turis asal Arab Saudi itu, Mona, ibu gadis berparas timur tengah itu mengatakan anak gadisnya memang keturunan Arab Saudi sebab dia pernah hidup bersama seorang pria Saudi bernama Sultan al-Harbi.

Mereka hidup bersama sejak Mona berusia 18 tahun, dan saat ini ia telah berusia 23 tahun. Keduanya menikah secara adat selama empat tahun, yang artinya keduanya tidak diberi hak legal atas apapun.

Mona kemudian mengungkapkan jika suaminya itu kemudian meninggal sembilan tahun lalu karena kecelakaan mobil di Indonesia. Saat ini, putrinya yang bernama Haifa berusia hampir 11 tahun dan mereka sama-sama tidak tahu apa-apa tentang keluarga al-Harbi di Arab Saudi.

Mohamed Ali al-Ghamedi, yang telah mengikuti kasus ini sejak menemukan gadis itu dan melihat roman wajahnya yang mempunyai ciri khas Saudi, mengatakan kepada Al Arabiya bahwa dia bertemu dengan ibu dan anak perempuannya setelah menemukan foto mereka di kedutaan besar Saudi di halaman Twitter resmi Indonesia.

Al-Ghamedi mengungkapkan bahwa Mona mengatakan kepadanya bahwa ia tidak memiliki dokumen untuk membuktikan pernikahannya dengan al-Harbi.

Mona juga mengaku bahwa ia bertemu dengan al-Harbi saat berada di Indonesia pada hari libur. Al-Ghamedi menambahkan bahwa ibu tersebut tidak meminta apapun, dan putrinya saat ini telah duduk di kelas lima di sebuah sekolah di Indonesia.

“Gadis itu belajar Quran dan ibunya bekerja di toko dry cleaning untuk mencari nafkah dan mencukupi untuk putrinya,” katanya.

“Setelah dia meninggal, Mona mendapat nomor salah satu anggota keluarganya dari telepon genggamnya dan menelepon mereka, setelah itu mereka datang dan membawa jenazahnya kembali ke Arab Saudi,” tambahnya seperti dikutip dari Al Arabiya, Minggu (4/3).

Al-Ghamedi mengatakan bahwa Mona khawatir ia akan kehilangan putrinya, namun dia juga ingin anaknya mengenal keluarga ayahnya.

Duta Besar Saudi untuk Indonesia menanggapi video tersebut dengan mengatakan bahwa mereka mengikuti kasus tersebut dan bekerja untuk membantu gadis tersebut, setelah mereka memastikan bahwa dia memang setengah Saudi dengan melakukan tes DNA.

“Seorang perwakilan dari kedutaan telah dikirim ke ibu gadis tersebut untuk mengetahui semua rincian dan bertindak sesuai dengan hukum untuk memastikan hak mereka dan menghubungkan mereka dengan keluarganya di Arab Saudi,” kata Duta Besar Osama al-Shoaibi kepada Al Arabiya.

Ia menambahkan bahwa kedutaan memiliki program khusus yang secara aktif membantu lebih dari 70 kasus serupa dengan kasus Haifa. (Ris)