Home Sudut Kota Cicaheum Dikepung Lumpur, Plt Walikota Bandung Tetapkan Tanggap Darurat

Cicaheum Dikepung Lumpur, Plt Walikota Bandung Tetapkan Tanggap Darurat

SHARE
Plt Walikota Bandung M Solihin di posko bencana banjir Cicaherum Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajadi, Rabu (21/3).

Balkot.Com, Bandung –   Plt Walikota Bandung M Solihin menetapkan kawasan Cicaheum, Kelurahan Jatihandap Kecamatan Mandalajadi dalam status tanggap darurat.

“Sampai kondisinya normal, sampai masyarakat merasa, ini bisa terselesaikan dengan baik, kalaupun tidak akan sesempurna kondisi sebelumnya,” kata M Solihin di posko bencana, Rabu (21/3), sore.

Langkah tanggap darurat ditetapkan Plt Walikota menyusul terjadinya banjir besar di kawasan tersebut pada hari Selasa (20/3) sekitar pukul 16.00 WIB.

Banjir besar selain menyisahkan endapan lumpur yang sangat tebal di beberapa titik di kawasan tersebut, juga telah mengakibatkan 20 rumah warga rusak, baik berat maupun ringan.

Bahkan saat banjir datang, beberapa mobil yang tengah melintas di Jl AH Nasution terdorong air hingga beberapa meter.

“Kita sebelumnya tidak memperkirakan bakal terjadi banjir disini, tetapi ini peringatan bagi kita semua, bahwa menyelesaikan permasalahan itu tidak bisa dilakukan parsial tetapi harus terintegrasi dengan baik,” jelas M Solihin.

“Ini perlu penanganan kita bersama, termasuk penanganan Citarum Harum juga tidak bisa dilaksanakan dengan hanya membersihkan Sungai Citarum saja,” kata Asisten Daerah Bidang Administrasi Setda Pemprov Jabar.

Daerah Hulu, tambah M  Solihin juga diperlakukan serupa, tidak hanya itu juga harus dilakukan penanaman pohon-pohon berakar kuat, yang bisa berfungsi sebagai penangkap air.

“Titik banjir yang dilaporkan paling besar disini, karena di Kota Bandung sendiri, kemarin hujannya tidak merata, bahkan saya di kantor tidak begitu besar, hanya hujan biasa, tetapi ternyata di daerah hulu, hujannya cukup besar,” katanya.

Agar dampak banjir bisa diminimalisir, dalam waktu dekat Pemkot Bandung juga akan melakukan pembersihan bangunan di sekitar daerah aliran sungai Cipamokolan. (Aris)