Home Pendidikan ITB Luncurkan Aplikasi Peringatan Dini Banjir Citarum

ITB Luncurkan Aplikasi Peringatan Dini Banjir Citarum

SHARE
‎Dr. Armi Susandi, ketua peneliti ITB saat tengah menunjukkan kehebatan Feweas Citarum kepada wartawan, Senin (11/12)

Balkot.Com, Bandung – Feweas Citarum adalah aplikasi yang bisa diunduh secara gratis lewat app store dan google store agar warga dapat mengetahui kondisi areal sekitar Sungai Citarum.

Aplikasi tersebut merupakan inisiatif International Federation of Red Cross and Red Crescent Socities (lFRC), Palang Merah Indonesia (PMI) dan Zurich Insurance Indonesia (le). Mereka bekerja sama dengan tim riset Teknologi Bandung (ITB).

Bersama dengan Perum Jasa Tirta 2, BBWS, BPBD Jawa Barat, dan Pemprov Jawa Barat, keempat institusi tersebut nantinya akan bahu-membahu mengelola pemanfaatan Feweas untuk mitigasi risiko banjir bagi masyarakat yang berpemukiman di wilayah Daerah Aliran Sungai Citarum.

‎Dr. Armi Susandi, ketua peneliti ITB menjelaskan, Feweas Citarum dibangun dengan sistem tercanggih sehingga memberikan informasi prediksi cuaca ekstrim dan banjir secara tepat untuk 3 hari ke depan. Khususnya untuk wilayah Daerah Aliran Sungai Citarum.

Peringatan banjir dihasilkan dari kombinasi antara prediksi cuaca dengan prediksi genangan resolusi dan ketepatan tinggi.

”Selain prediksi cuaca dan genangan, Feweas Citarum juga menyediakan prediksi curah hujan jangka panjang, hingga 5 tahun ke depan. Prediksi curah hujan dan kerentanan iklim tersebut dapat dimanfaatkan selain untuk prediksi banjir jangka panjang juga untuk antisipasi kekeringan,”katanya di Bandung, Senin, (11/12).

Menurut dia, dalam aplikasi tersebut pihaknya didukung data dari BBWS dan PJT II. Feweas merupakan generasi kedua dari sistem yang diterapkan di Bengawan Solo.

“Kelebihannya, aplikasi ini menyajikan informasi terkini tentang prediksi kejadian 3 hari mendatang dalam skala desa. Ada informasi cuaca, penggambaran gerangan kalau biru aman, genangan Warna putih, merah siap-siap siaga, informasi tentang cuaca jangka panjang. Sawah soal tanam. Sangat dikit gagalnya, di Indramayu misalnya 90 persen berhasil,”ucap dia. (Aris)