Home Pendidikan Jelang PPBD 2018, Disdik Jabar Siapkan Pergub

Jelang PPBD 2018, Disdik Jabar Siapkan Pergub

SHARE
Sekretaris Dinas Pendidikan Jabar Firman Adam,

Balkot.Com, Bandung – Menjelang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2018, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan telah mempersiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) yang disesuaikan dengan Permendikbud. Pergub PPDB 2018 merupakan revisi dari Pergub sebelumnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Jabar Firman Adam, mengatakan Disdik Jabar telah mempersiapkan Pergub PPDB, isinya tidak terlalu banyak perubahan dari Pergub tahun lalu, namun ada beberapa item perbaikan.

Pergubnya sudah siap dan sudah ada nomor registrasi, tapi perlu dilakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada seluruh lapisan masyarakat dan pihak sekolah.

“Hal ini penting, agar masyarakat dan sekolah dalam penerapan Pergub PPDB sesuai dengan yang diharapkan dan tidak menimbulkan persoalan dalam implentasi dilapangan,” kata Firman Adam saat ditemui usai mengikuti peringatan Hari Pendidikan Nasional tingkat Jabar di lapangan Gasibu Bandung, Rabu (2/5).

Pergub PPDB 2018 yang didalamnya mengatur Juknis dan Juklak, termasuk sapras baik server, jaringan maupun SDM dan juga aplikasinya. Namun, sistem pendaftaran, nanti calon siswa didampingi orangtua/wali datang kesekolah, untuk menyerahkan data untuk di input oleh pihak sekolah. Selanjutnya pihak sekolah memasukan data tersebut ke aplikasi PPDB.

PPDB tahun ini terintegrasi satu sistem yaitu PPDB SLTA 2018 yang bekerjasama dengan ITB, sehingga diharapkan persoalan yang pernah terjadi di tahun 2017 lalu tidak terulang kembali.

Adapun terkait jumlah siswa lulusan SLTP yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SLTA, menurut Firman, tahun ini diproyeksi jumlah siswa lulusan SLTP yang akan meneruskan pendidikan ke SLTA akan meningkat. Hal ini karena jumlah lulusan SLTP/ MTs juga meningkat. Namun, sesuai dengan aturan/ standar nasional pihak sekolah (SMA/SMK/MA) dalam menerima peserta didik baru harus sesuai dengan kouta/ kemampuan ketersediaan ruang belajar. Tiap kelas hanya boleh diisi maksimal 36 siswa.

Misalkan, sekolah hanya memiliki jumlah kelas/ruangan 10, maka sekolah tersebut koatanya hanya untuk menerima sebanyak 36 siswa X 10 kelas = 360 siswa baru, ujarnya.

Kabid PMK Disdik Jabar, Dr. Dodin R Nuryadin menambahkan, waktu pembukaan PPDB terbagi dua yaitu sebelum hari raya untuk katagori apirmasi (Siswa Prastasi Non Akademis, Anak guru dan Keterangan Ekonomi Tidak Mampu(KETM). Dan kedua penerimaan jalur akademis setelah lebaran.

“Kita optimis sistem/ aplikasi serta jaringan tidak ada kendala, sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat terutama para orangtua calon peserta didik”, tandasnya. (Ris).