Home Pendidikan Tingkatkan Kompetensi Guru PAUD Lewat Diklat Pendidikan Daring

Tingkatkan Kompetensi Guru PAUD Lewat Diklat Pendidikan Daring

SHARE
Kepala PP PAUD dan Dikmas Jawa Barat, Muhammad Hasbi

Balkot.Com, Bandung – Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) banyak yang belum sarjana, dan yang punya gelar pun, bukan sarjana pendidikan.

Kepala PP PAUD dan Dikmas Jawa Barat, Muhammad Hasbi mengatakan hal tersebut di atas di acara seminar nasional dan inagurasi yang diikuti 3.000 guru PAUD tingkat dasar di Jl Terusan Koja, Bandung, Senin (18/12).

“Untuk menghadirkan standar PAUD yang berkualitas, dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kualitas,” katanya.

oleh karenanya, Dikmas Jabar, terus berupaya agar anak-anak usia diri bisa dipercayakan pendidikannya kepada guru PAUD yang kompeten.

Triknya dengan meningkatkan kualifikasi dan kompetensi guru PAUD dengan pendidikan dan pelatihan.

“Sehingga mereka bisa memberikan pelajaran yang berkualitas bagi anak didik kita,” ujarnya.

Sayang upaya mulia itu, saat ini belum bisa dilakukan secara maksimal. Alasannya, klise keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah dalam mendukung PAUD.

Alasan lainnya, penyebaran guru-guru PAUD yang berlokasi di pelosok-pelosok desa, dan sulitnya memperoleh konten pembelajaran terkini yang diluncurkan pemerintah.

Setelah mempelajari kendala-kendala tersebut, maka teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi solusi yang paling memungkinkan, dari permasalahan selama ini.

Oleh sebab itu, Kemdikbud melalui Direktorat PAUD dan Dikmas Jabar sejak tahun 2015 melakukan intervensi TIK untuk meningkatkan kompetensi guru-guru PAUD di Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta. Melalui diklat pendidikan daring.

“Yang kita saksikan tadi itu adalah 3.000 guru PAUD dari diklat tingkat dasar berjenjang dan sudah memiliki Sertifikat Izin Mengajar (SIM) di satuan-satuan PAUD. Sebelumnya mereka adalah guru-guru yang tidak pernah dilatih, bahkan disentuh oleh pendidikan, sehingga sangat riskan mempercayakan anak-anak kita di tangan mereka,” ucapnya.

Sebelumnya, tambah Hasbi, pihaknya telah meluluskan sejumlah 2.450 orang guru PAUD, sehingga total guru yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan serta memiliki SIM PAUD berjumlah 5.450 tenaga pengajar hingga tahun 2017. (Aris)