Home Hukum & Kriminal Komite Rakyat Kebonjeruk Siap Ajukan Kasasi

Komite Rakyat Kebonjeruk Siap Ajukan Kasasi

SHARE
Kami rakyat Kebon Jeruk merasa tidak puas PT KAI dinyatakan menang dengan bukti-bukti yang jelas pada sidang pertama majelis hakim itu dianggap tidak sah

Balkot.Com, Bandung – Komite Rakyat Kebon Jeruk siap ajukan kasasi atas putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Barat No. 465/PDT/2017/PT.BDG yang memenangkan PT KAI ditingkat banding.

Koordinator Rakyat Kebon Jeruk, Puji Retno mengatakan pihaknya merasa tidak puas atas putusan tersebut. Pasalnya, pada pengadilan tingkat pertama, PT KAI dinyatakan bersalah.

“Kami rakyat Kebon Jeruk merasa tidak puas PT KAI dinyatakan menang dengan bukti-bukti yang jelas pada sidang pertama majelis hakim itu dianggap tidak sah,” kata Puji di Warung Solidaritas, Jalan Stasiun Barat, Bandung, Senin (18/12).

Puji menjelasakan, hal yang aneh ketika di Pengadilan Tinggi Jabar, PT KAI menyertakan hak pakai No 7 tahun 2016. Padahal saat sidang pertama, hak pakai PT KAI dibantah oleh majelis hakim. Sedangkan pada pada Pengadilan Tinggi Jabar itu disahkan.

“Lebih janggal lagi, hak pakai itu menjadi hak milik, sehingga di Pengadilan Tinggi PT KAI memenangkannya. Kami rakyat Kebon Jeruk mengambil sikap akan memperjuangkan hak kami, karena ini tanah kami akan mengajukan proses kasasi,” jelasnya.

Menurutnya, langkah-langkah yang akan diambil, pihaknya sudah menandatangani untuk proses menuju kasasi. Juga, dengan mengadakan konferensi pers, pihaknya sengaja ingin menunjukkan pada saat persidangan banding, Rakyat Kebon Jeruk dicurangi.

“Karena bukti-bukti yang mereka lampirkan pada saat banding, pada saat persidangan pertama juga mereka melampirkan itu (hak pakai-red) dan dan oleh majelis hakim bukti-bukti mereka itu dinyatakan tidak sah,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, hak pakai yang digunakan oleh PT KAI sebenarnya cacat secara hukum. Dikarenakan, imbuhnya, proses pembuatan hak pakai pada saat sesudah eksekusi atau pada saat proses pengadilan berjalan.

Dia menambahkan, pihaknya akan berjuang terus secara hukum. Meski, PT KAI akan melakukan penggusuran paksa.

“Kami tidak merasa takut, kita akan tetap bertahan sampai titik darah penghabisan. Karena kami yakin ini hak kami, tanah ini milik kami,” pungkas Puji. (Aris)