Home Ekonomi Kontribusi Ekonomi Kreatif Terhadap PDB

Kontribusi Ekonomi Kreatif Terhadap PDB

SHARE
Ketua Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia Triawan Munaf,

Balkot.Com, Bandung – Kontribusi ekonomi kreatif terhadap produk domestik bruto (PDB) sudah 890 miliar rupiah, lebih. Meningkat sejak tahun 2014, dari semula 766 miliar rupiah menjadi 852 miliar rupiah.

“Kalau kita ambil rasio rata-rata. Saya yakin 2017 akhir ini, kita sudah hampir mencapai 1000 miliar rupiah,” kata Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik lndonesia Triawan Munaf, di Bandung, Kamis (7/12).

Dijelaskan Triawan, PDB tersebut berasal dari 16 subsektor ekonomi kreatif. Terdiri dari, aplikasi dan pengembangan game, arsitektur dan desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fesyen, film, animasi video, fotografi, kriya (kerajinan tangan), kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni‎ rupa, televisi dan radio.

“Dari 16 subsektor tersebut, kata Triawan, yang sudah menjadi unggulan baru tiga subsektor ekonomi kreatif saja. Dia adalah, subsektor, kuliner, fasyen dan kriya.

Tiga subsektor tersebut, walau pengembangannya belum sempurna tetapi sudah bisa berbicara di dunia internasional.

“Untuk kuliner, yang masih maksimal adalah mengemas kuliner tersebut menjadi komuditas yang digemari di dunia internasional,” ungkap Triawan.

Subsektor lain, yang sumbangannya terhadap PDB masih kecil, tetapi dalam inpect, sebetulnya besar sekali.

“Subsektor ekonomi kreatif itu adalah, film, musik dan games,” katanya.

Ketiga subsektor tersebut, saat ini masih terus diupayakan, agar sumbangannya terhadap PDB bisa terus meningkat. (Ris)

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik lndonesia Triawan Munaf, (Aris)