Home Pendidikan Kuak USBN SMA/SMK Bocor, FAGI Nggak Dilibatkan dalam Tim Investigasi

Kuak USBN SMA/SMK Bocor, FAGI Nggak Dilibatkan dalam Tim Investigasi

SHARE
Anggota Forum Aksi Guru Independen (FAGI) tidak dilibatkan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat dalam tim investigasi menguak fakta dan data dibalik bocornya soal dan jawaban USBN SMA/SMK 2018.

Balkot.Com, Bandung – Anggota Forum Aksi Guru Independen (FAGI) tidak dilibatkan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat dalam tim investigasi menguak fakta dan data dibalik bocornya soal dan jawaban USBN SMA/SMK 2018.

Padahal kasus bocornya USBN SMA/SMK 2018 se Jawa Barat terkuak berkat informasi dari FAGI. Lembaga Swadaya Masyarakat, yang anggotanya menyelusup ke dalam Grup WA dan Line siswa-siswi peserta USBN.

Berkat informasi, dari FAGI itulah akhirnya diketahui ada dugaan yang bocor dalam kasus USBN SMA/SMK 2018, adalah seluruh mata pelajaran yang diujikan, bukan satu atau dua mata pelajaran saja.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Yomanius Untung mengatakan semakin banyak anggota tim investigasi menguak fakta dan data dibalik bocornya USBN SMA/SMK semakin baik.

Sedangkan terkait kenapa FAGI tidak dilibatkan dalam tim investigasi, menurut Yomanius Untung tidak usah diperdebatkan.

“Sebab bisa saja nanti FAGI menjadi narasumber,” kata Untung saat dihubungi via telepon selularnya, Rabu (28/3).

Menurut Untung, terbitnya Surat Perintah (Sprint) Investigasi dari Disdik Jabar adalah payung hukum bagi tim investigasi untuk menjalankan tugasnya.

“Sprint investigasi bisa menjadi payung hukum bagi tim dalam melakukan investigasi dan klarifikasi atas temuan adanya kebocoran soal dan kunci jawaban USBN,” ujar Untung.

Harapannya, dengan waktu yang sangat terbatas, hanya 10 hari kerja terhitung 27 Maret 2018, tim dapat bekerja maksimal dan optimal. Terlebih, data-data dan fakta pendukung adanya kebocoran sudah disampaikan dan dipaparkan oleh FAGI.

“Kalau berdasarkan hasil rapat diusulkan masa kerja tim investigasi selama 7 hari kerja. Namun, kelihatannya pihak Disdik Jabar kurang siap, sehingga waktunya diperpanjang jadi 10 hari kerja,” pungkasnya.

Tim Investigasi USBN terdiri dari, Ketua Husein Rahadian Hasan –Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Disdik Jabar, Wakil Ketua I Yesa Sarwedi Hami Seno –Kabid Pembina SMA Disdik Jabar), Wakil Ketua II Deden Saeful Hidayat –Kepala Cadisdik wilayah VI Disdik Jabar.

7 orang anggota lainnya, Wisnu Cahyadi –Ketua Dewan Pendidikan Jabar, Lukman –Ketua MKKS SMK Kota Bandung, Suryana –Ketua MKKS SMA Kota Bandung, Yayan Syalviana –Guru SMAN 26 Bandung, Asep Suryana –Guru SMAN2 Bandung. Yadi Setiadi –Guru SMAN 5 Bandung, dan, Dedy Kusnadi –Guru SMA Taman Siswa Bandung. (ara)