Home Nasional Maaf Arteria Dahlan terkait `Bangsat` dalam Raker Komisi III

Maaf Arteria Dahlan terkait `Bangsat` dalam Raker Komisi III

SHARE
Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Arteria Dahlan mengakui persoalan ini terkait dengan pemilihan diksi.

Balkot.Com, Jakarta – Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Arteria Dahlan, meminta maaf kalau kalau irisan kata bangsat yang digunakannya saat rapat kerja Komisi III bersama Jaksa Agung ada yang tersinggung. Ia mengaku hanya mewakili aspirasi masyarakat.

“Kalau misalnya irisan kata bangsat itu ada yang tersinggung, saya mohon maaf,” kata Arteria di Gedung DPR, Jakarta, Kamis, (29/3).

Arteria mengakui persoalan ini terkait dengan pemilihan diksi. Sebab, ia sudah berusaha bijak dan berperilaku santun. Ia menegaskan sumpah jabatannya memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Salahkah saya apabila saya mengatasnamakan, karena sumpah jabatan kami bagaimana memperjuangkan aspirasi masyarakat pemilih, aspirasi masyarakat dapil. Pada saat saya rapat di Komisi VIII. Saya ingatkan santun kami, kita buat yang namanya Panja First Travel, ada hasilnya yang terindikasi siapa yang ada pihak ini. Tapi akibatnya kan tidak seperti itu,” kata Arteria.

Ia pun meminta pernyataannya saat rapat di Komisi III DPR bisa diputar tanpa dipotong-potong. Sehingga, baik publik maupun menteri bisa tercerahkan.

“Tidak ada (teguran Fraksi). Sesinya Fraksi sudah selesai. Sesi berikutnya adalah sesi pribadi. Saya belum ketemu (Fraksi),” kata Arteria.

Saat ditanya bagaimana jika dilaporkan ke MKD, ia menyadari tak bisa melarangnya. Menurutnya, apa pun risikonya sepanjang membela kepentingan rakyat, ia merasa bangga mempertanggungjawabkannya.

“Di ranah hukum mana pun, silakan saja,” kata Arteria.

Sebelumnya, Arteria mempermasalahkan soal travel bodong saat rapat Komisi III bersama Jaksa Agung M. Prasetyo. Bahkan dalam perkataannya, Arteria justru mengeluarkan kata-kata kasar terhadap Kementerian Agama.

“Masalah travel yang bodong tadi. Saya satu komisi, satu bulan sama ini Pak, ini masalah dapil. Yang dicari jangan kayak tadi bapak lakukan inventarisasi, pencegahannya Pak. Ini Kementerian Agama bangsat Pak semuanya Pak,” kata Arteria. (ara)