Home Politik Manuver Politik Gerindra dan Dampaknya Terhadap Pilgub Jabar

Manuver Politik Gerindra dan Dampaknya Terhadap Pilgub Jabar

Jika PKS dan PAN Ikut Gerindra, Demiz Terpinggirkan

SHARE
Pengamat Politik Universitas Padjadjaran Muradi

Balkot.Com, Bandung – Manuver politik yang dilakukan Gerindra diprediksi bisa memberi dampak terhadap peta politik pada Pilgub Jabar.

Pengamat Politik Universitas Padjadjaran Muradi mengatakan PKS dan PAN merupakan mitra koalisi strategis Gerindra dalam beberapa momen politik terakhir. Bahkan kedua partai tersebut bisa nyaman berkoalisi dengan Gerindra dibanding dengan Demokrat seperti yang terjadi saat ini.

“Jika ternyata PKS dan PAN ikut Gerindra, tentu Deddy Mizwar yang sudah menjadi kader Demokrat bisa tidak mendaftar karena Demokrat masih kekurangan kursi,” tutur Muradi, Senin (11/12).

Namun jika hal tersebut terjadi pekerjaan berat akan dipikul Gerindra, PAN, dan PKS, mengingat melihat nama kandidat yang diusung Gerindra dan Ahmad Syaikhu dari PKS belum memiliki elektabilitas yang bisa diandalkan.

Jika dipaksakan, kata Muradi, maka harus menggunakan model politik baru. Jika memakai model normatif, yakni cara formal dan biasa tanpa menggunakan manuver politik, menggunakan isu SARA, dan subjektif, seperti saat dalam memenangkan Pilgub DKI Jakarta lalu akan berat.

Pengusungan Sudrajat ini, katanya, buntut dari ketidakmampuan Gerindra dalam mengontrol pemimpin daerah yang dimenangkannya.

Sebagai contoh, Gerindra mampu memenangkan Jokowi, Ahok, dan Ridwan Kamil, dalam pilgub, namun akhirnya tidak bisa mengontrol kekuasaannya.

“Memang semua masih bisa berubah, karena sampai saat ini saja PAN dan PKS belum mengeluarkan SK pengusungan pasangan,” ujarnya. (Aris)