Home Sudut Kota Meikarta Banjir, Bawa Aku Pergi Dari Sini

Meikarta Banjir, Bawa Aku Pergi Dari Sini

SHARE
Banjir di kawasan proyek apartemen Meikarta, Cikarang, menjadi pergunjingan warga. Sebuah video yang merekam situasi banjir di kawasan Meikarta viral diaplikasi pesan singkat dan media sosial.

Balkot.Com – Banjir di kawasan proyek apartemen Meikarta, Cikarang, menjadi pergunjingan warga. Sebuah video yang merekam situasi banjir di kawasan Meikarta viral diaplikasi pesan singkat dan media sosial.

Letnan Jenderal TNI (Purn) Johannes Suryo Prabowo turut mengunggah video tersebut di akun Instagramnya, @suryowibowo2011 dengan keterangan, “Ini benar di MEIKARTA #indonesia?”. Video tersebut mendapat ragam respons dari pengguna media sosial.

Video berdurasi 52 detik yang diunggah oleh Suryo itu merupakan bentuk kritiknya terhadap proyek Meikarta.

Suryo menyebut perizinan Meikarta saat ini diduga masih bermasalah, tetapi kegiatan pemasaran dan pembangunan sudah dilakukan.

“Dengan adanya video yang viral dari WhatsApp group tersebut, menunjukkan bahwa desain pembangunan secara makro tidak benar, dan lokasi pembangunannya di tanah subur yang banyak air,” ujar Suryo, Kamis.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah meminta Grup Lippo selaku pengembang menghentikan penjualan Meikarta sebelum melengkapi izin pemerintah daerah.

Uniknya, gaung teguran Pemprov Jabar, tidak terdengar lagi gemanya. Apakah, ikut hanyut juga seiring telah surutnya banjir sebagaimana yang dikatakan pihak Lippo Grup (pengembang).

Gema kritikan Pemprov, terhadap tindakan nekat pengusaha –tak kenal aturan itu tanpaknya hanya banyak diucapkan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar saja, itupun, saat dia dikabarkan maju ikut konstelasi Pilgub Jabar 2018.

Kini, setelah setelah aktor senior pemilik rumah produksi PT Demi Gisela Citra Sinema, resmi mendaftar sebagai kandidat Gubernur Jabar teguran-teguran itu pun sirna.

“Terkadang kita lupa, kehidupan yang kita jalani, menjadi seperti ini. Bawa aku pergi, dari sini. Kita l upa, bahwa ada cara lain, untuk hidup, cara mudah, untuk menggapai cita, kita lupa, semua inidapat menjadi milik kita, aku ingin pindah ke Meikarta,” bunyi iklan jual beli apartemen Meikarta. (*)