Home Ekonomi Mencetak WUB Mudah, Naik Kelasnya Harus Lewat Action Coach

Mencetak WUB Mudah, Naik Kelasnya Harus Lewat Action Coach

SHARE
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Jawa Barat, Dudi Sudradjat Abdurachim

Balkot.Com, Bandung – Provinsi Jawa Barat setiap tahunnya sukses mencetak ratusan ribu wirausaha pemula (WP), sebagaimana yang tercantum dalam program prioritas nasional dalam bidang pembiayaan. Untuk pelatihan antre, dari 3.000 kuota yang ditentukan yang mendaftar bisa mencapai 7.000 wirausaha baru (WUB).

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Jawa Barat, Dudi Sudradjat Abdurachim mengatakan program unggulan Gubernur Ahmad Heryawan (Aher) untuk tahun ke dua kepemimpinannya 2014-2018 adalah mencetak 100 ribu WUB, satu tahun 20 ribu WUB.

“Kalau dirata-ratakan setiap tahun harus mencetak 20 ribu WUB, dibagi 13 unit kerja OPD (organisasi perangkat daerah), seperti pertanian, peternakan, pertanian, perkebunan, perikanan, pendidikan, olaraga, pemuda, pariwisata, budaya termasuk di dinas KUMKM,” kata Dudi saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (27/4).

Dengan pembagian itu, kuota yang harus dipenuhi Dinas KUMKM Jabar setiap tahunnya adalah 3.000 WUB. Tahun 2017, satu tahun sebelum berakhirnya masa kepemimpinan Gubernur Aher, target terlampaui.

“Tahun 2017, WUB yang berhasil diwujudkan jumlahnya sudah mencapai 129 ribu, jauh di atas target 100 ribu yang diharapkan,” katanya.

Walau demikian tahun 2018, program pelatihan untuk 3.000 WUB tetap harus dijalankan, dan lagi lagi pendaftarnya membludak. Mereka adalah WUB bidang kuliner, fashion dan jasa kecantikan atau salon.

“Dari 3.000 kuota yang ditetapkan, yang mendaftar sudah mencapai 7.000 WUB,” ujarnya. Kelebihan 4.000 WUB tersebut, selanjutnya disebar ke OPD-OPD lain.

WUB akan dilatih selama 4 hari, 3 hari belajar di kelas dan 1 hari magang. Tempat magangnya untuk kuliner adalah di Ina Cookies dan untuk bidang fashion tempat magangnya adalah Batik Komar.

“Selama belajar, mereka disiapkan akomudasinya dan konsumsinya. Tempat belajarnya di Balai Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian dan Wirausaha,” jelas Dudi.

Setelah selesai pendidikan, WUB masih mendapatkan pendampingan, dari para alumni-alumni atau pelaku usaha. “Anggarannya dari APBN,” katanya.

Selain itu Gubernur Aher juga menyediakan kredit cinta rakyat (KCR), pembiayaan murah bunga per tahun juga lebih kecil dari kredit usaha rakyat (KUR).

“Kalau KUR dari Kemenkop UKM 9 persen, dari KCR hanya 8,3 persen. Nanti kalau KUR 7 persen, dari KCR bisa 5,9 persen. Uang APBD yang disimpan di Bank Jabar sudah 385 Miliar Rupiah,” ujarnya.

Dengan demikian, Jabar tidak hanya mencetak WUB tetapi juga menyiapkan pendidikan, pendampingan dan pembiayaan. Selain itu, Pemprov Jabar juga menyediakan, membantu dan mendorong, pemasarannya.

“Kita sudah bikin digital market plus, beliaja.id. Setelah itu di Bandung juga ada yang namanya bazaar daerah ciroyom. Untuk UMKM, setahun boleh gratis dulu,” katanya.

Ke depan konsep yang akan diterapkan Pemprov Jabar kepada para wirausaha baru tidak lagi mementingkan kualitas, tetapi kualitas.

Model seperti itu, pada 2017 sebetulnya sudah diujicoba, bekerjasama dengan Bank Jabar. “Bank Jabar punya CSR. Bekerjasama dengan konsultan, namanya action food.

“Di Jabar mencetak WUB relatif mudah. Ibaratnya menanam pohon. Menanam pohon hukumnya wajib, persoalan, siapa yang menjamin pohon itu tumbuh semua. Pohon itukan harus dipupuk, harus disiram, kalau perlu dipagari. Kan itu cost. Dari mana biayanya, padahal anggaran kita sangat terbatas,” tanya Dudi.

Untuk meringankan hal tersebut di atas, ke depan pendamping WUB haruslah pelaku usaha bukan instruktur.

“Ibarat pelatih sepakbola, idealnya pelatihnya harus mantan pemain sepakbola. Teknis sepak bolanya dia mengerti,” ungkapnya.

Tahun kemarin, kata Dudi model seperti tersebut di atas diterapkan. Dari 1000 coach yang mendaftar dipilih 56 coach orang oleh action coach, mereka selanjutnya dilatih selama 6 bulan.

“Setiap bulan dua kali pertemuan, diukur omsetnya gumana, profitnya bagaimana, naik tidak, kalau ada masalah coach harus tahu. Harus didiskusikan. bulan berikutnya dicek lagi.

“Alhamdulillah 56 coach itu, lulus semua. Diwisuda, dianggap naik kelas. Dari mikro ke kecil, otomatis dapat hadiah, sebagai nasabah dari Bank Jabar,” pungkasnya. (Ris)