Home Politik Prabowo Bisa Menang Lawan Jokowi, Asal…

Prabowo Bisa Menang Lawan Jokowi, Asal…

SHARE
Prabowo Subianto, Ahmad Heryawan (Aher) Sudrajat dan Ahmad Syaikhu di Monumen Juang (Monju), Sabtu (12/5).

Balkot.Com – 34 DPD Partai Gerindra se Indonesia, sudah sepakat mendukung Prabowo Subianto untuk kembali maju sebagai calon presiden di Pilpres 2019, sayang tingkat keterpilihannya masih rendah.

Tingkat keterpilihan putra begawan ekonomi Sumitro Djojohadikusumo menurut Direktur Eksekutif IPI Burhanudin Muhtadi –berdasarkan survei secara top of mind, hanya 12,1 persen sementara Jokowi mencapai 39,9 persen.

Selain kedua nama tersebut, ada Anies Baswedan dengan persentase 0,9 persen, Hary Tanoesudibjo 0,9 persen, Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang 0,7 persen, Gatot Nurmantyo 0,7 persen dan nama lainnya.

Mengaku pada data tersebut, jika pemilihan presiden dilakukan hari ini maka Jokowi bisa dengan mudah melenggan kembali ke kursi kekuasaannya untuk periode 2019-2014.

Untuk memenangkan persaingan melawan Jokowi, seperti kata ahli strategi perang Sun Tzu, lulusan Akmil tahun 1974 tersebut harus, kenal.

”Kenali diri sendiri, kenali lawan, niscaya kemenangan pasti ada di tangan. Kenali medan pertempuran, kenali iklim maka kemenangan akan sempurna”.

Mengacu kepada Michael Porter mengenai persaingan atau competition analysis adalah bagaimana perusahaan dalam hal ini Partai Gerindra yang diwakili Prabowo Subianto tak hanya bersaing dengan Joko Widodo, tapi ada pesaing lain yang juga bisa jadi kuda hitam dalam pemilihan presiden 2019 tersebut. Prabowo di sisi lain juga bersaing dengan sejumlah calon potensial yang bisa masuk lewat ‘Poros Ketiga’ yang beberapa hari terakhir terus mengemuka.

Oleh karena itu, elemen yang harus diperhatikan adalah Peran tim sukses. Sebagai ujung tombak penyerap aspirasi masyarakat, merekalah yang paling mengetahui apa kebutuhan masyarakat saat ini dan ke depan. Karena dari hal ini, ide kegiatan kampanye, bahkan visi misi kampenye bisa dibangun. Lewat tim sukses jauh – jauh hari telah membuat perencanaan kegiatan kampanye, tiap -tiap wilayah sesuai kebutuhan dan karakteristik wilayah tersebut.

Kedua adalah Pemetaan Perilaku Pemilih. Tim sukses harus mampu memetakan pemilih berdasarkan demografi dan preferensi politik (menentukan market, atau konstituen secara tepat dengan mengikuti aturan wilayah dan pandangan politiknya). Memetakan isu-isu strategis lokal (Menyusun Visi dan Misi yang sesuai dengan keadaan masyarakat atau konstituen di daerah pemilihan); Memetakan nama-nama yg berpotensi menjadi kawan dan lawan (Menginventarisir kekuatan dan kelemahan yang berasal baik dari konstituen atau kompetitor); Memetakan media komunikasi yang efektif digunakan oleh pemilih.

Ketiga adalah pembentukan Media Center. Lewat media ini menyuarakan program-program dari sang kandidat sekaligus membangun pencitraan dari kandidat tersebut.

Memang bukan perkara mudah, karena calon lawan juga akan melakukan hal yang sama. Namun, seperti kata Sun Tzu Kenali diri sendiri, kenali lawan, niscaya kemenangan pasti ada di tangan. (Ris)