Home Hukum & Kriminal Ruko Banceuy Permai Mau Dipagar, Pemilik Lapor Polisi

Ruko Banceuy Permai Mau Dipagar, Pemilik Lapor Polisi

SHARE
Clanse Pakpahan, pengacara 60 pemilik ruko Banceuy Permai menunjukkan dua kapak, dua gergaji dan dua martil yang ditinggal petugas ilegal.

Balkot.Com, Bandung – Clanse Pakpahan, pengacara puluhan pemilik ruko Banceuy Permai Jl Banceuy Raya akan mendatangi Polrestabes Bandung untuk melaporkan tindakan ilegal yang diduga dilakukan Pemprov Jabar lewat bagian asset.

“Tadi malam orang yang datang dan mengaku dari Pemprov Jabar. Akan memasang pagar seng kawasan ini (Ruko Banceuy Permai-red),” kata Clanse kepada sejumlah wartawan di sebuah ruko di kawasan Banceuy Permai, Rabu (20/12).

Orang-orang yang mengaku dari Pemprov Jabar tersebut, datang lengkap dengan alat-alat kerja plus material kayu-kayu yang akan digunakan sebagai pagar.

“Klien saya telepon, saya kesini. Saya lihat sudah ada orang-orang itu, kayu-kayu sudah numpuk, bahkan seng juga mau dikirim. Saya dengan mereka bicara via telepon, seng-sengnya jangan dibawa kesini dulu, dibelokin dulu,” katanya.

“Jumlah mereka saya tidak tahu pasti,” katanya.

Dilokasi, Clanse menegur orang bernama Heri, dari beliau akhirnya diketahui mereka datang untuk melakukan pemagaran Ruko Banceuy. Giatan malam hari tersebut dilakukan atas perintah Gubernur Ahmad Heryawan dan Bagian Aset.

Orang lain yang tampaknya bertindak sebagai keamanan dilokasi pemagaran juga ditegur Clanse, walau awalnya orang tersebut sempat bersikeras untuk melakukan pemagaran, keamanan giat tersebut akhirnya pergi dengan meninggalkan sepeda motor, kunci motor serta topinya. Selain itu, juga tertinggal dua kapak, dua martil dan dua gergaji.

Selain itu, juga ikut disita Clanse, beberapa alat kerja seperti dua unit kampak berwarna merah.

Clanse Pakpahan, pengacara 60 pemilik ruko Banceuy Permai menunjukkan motor, topi dan kunci motor yang ditinggal petugas ilegal.

Clanse mengakui ruko Banceuy Permai saat ini memang masih dalam proses kasasi ditingkat mahkamah agung.

“Pihak Gubernur yang melakukan kasasi atas kemenangan pemilik ruko di tingkat PN dan PT,” jelasnya.

Walau demikian, jelas Clanse, tidak pada tempatnya proses hukum yang belum inkrah tersebut tindak lanjuti dengan proses eksekusi seperti pemasangan pagar seng sebagaimana yang akan dilakukan pada kejadian Kamis malam.

Terlebih, ruko Banceuy Permai ditempati warga setelah mereka membeli ruko tersebut, dan ada jual belinya.

Oleh karenanya Clanse memohon kepada Gubernur Ahmad Heryawan, tidak menyalahgunakan kewenangannya.

“Harus membuat konsep pembangunan yang bernuansa kemanusiaan, bukan politik-politik uang. Disini semuanya klain saya. Warga disini, tidak pernah atau tidak akan pernah menghalang-halangi pembangunan daerah. Mereka bersedia kok untuk membangun daerah. Mereka juga bersedia, untuk merelakan hak-haknya asalkan, sesuai dengan konsep hukum,” katanya.

Clanse juga menyarankan Pemprov Jabar untuk menghargai penegakan hukum.

“Kalau tidak ada instruksi dari pengadilan terhadap objek ini, tentu apapun, saya akan tetap mengajukan perlawanan. Kecuali pengadilan mengatakan itu boleh dipagar. Boleh dilaksanakan eksekusinya, ya silahkan. Tetapi kedatangan seperti semalam itu, adalah kedatangan eksekusi ilegal, itu jelas nyata perbuatan melawan hukum,” pungkasnya. (Aris)