Home Nasional UAS Menyapa Jamaah Hongkong via Skype

UAS Menyapa Jamaah Hongkong via Skype

SHARE
Ustadz Abdul Somad di bandara sebelum dideportasi imigrasi Hongkong

Balkot.com, Bandung – Ustadz Abdul Somad (UAS), gagal memenuhi undangan ceramah yang dimohonkan secara khusus oleh TKI Indonesia mukim di Hongkong. UAS dipersekusi oleh imigrasi setempat, Sabtu (23/12).

Mengingat teknologi sudah sangat maju, UAS akhirnya bisa juga menyapa jamaah yang telah menanti kedatangannya lewat aplikasi skype. Senin (25/12).

Usai ceramah, UAS mengunggah delapan foto kegiatan tersebut di akun Instagram @ustadzabdulsomad. Beberapa foto memperlihatkan para tenaga kerja wanita (TKW) sedang serius mendengarkan isi ceramah dari ustadz.

Dalam foto tersebut Ustad Somad dikelilingi tiga buah kamera. Satu kamera handphone dan dua kamera video.

UAS ceramah dengan menggunakan peci, baju putih, dan celana hitam. Sementara para TKW yang mendengarkan ceramahnya diberikan kain putih besar yang berfungsi sebagai proyektor.

Video ceramah UAS juga sudah diunggah ke akun berbagi video oleh Tafaqquh Video. Judulnya: Hongkong-Live via Skype Ustadz Abdul Somad, Lc, MA ke Jama’ah di Hongkong. Video tersebut berdurasi 21.38 menit.

Berikut beberapa kutipan ceramah keagamaan Ustad Abdul Somad kepada jamaahnya di Hongkong:

“Andai kemarin saya sampai dan bisa memberikan tiga tausiah, mungkin kita bersyukur. Tapi kemudian kita hanya setengah jam, lalu kembali lagi, jadi kita bersabar. Dua duanya baik.”

“Mana yang lebih baik antara syukur dan sabar? Mana yang ikhlas menerima ketetapan Allah SWT. Ada beberapa yang kita tidak bisa pilih. Lahir menjadi orang Jawa, lahir menjadi orang Sunda itu kita tidak bisa memilih, lahir menjadi laki-laki atau perempuan itu tidak bisa memilih.”

“Tapi untuk berbuat dan membuat kajian, ini kita bisa memilih antara hadir kajian atau tidak hadir, antara buat pengajian atau tidak buat pengajian. Maka, ketika tidak bisa memilih, ini takdir harga mati. Tapi ada saatnya memilih untuk makan atau tidak makan. Antara minum atau tidak minum, antara pergi atau tidak pergi.”

“Kalau alat-alatnya sudah kita persiapkan, rem dan gasnya sudah diperiksa, semua sudah dipersiapkan, maka tawakal jika terjadi musibah, itu sudah ketetapan Allah. Jadi, jangan mengatakan kalaulah begini, kalau dulu begini. Kalaulah tidak pergi, kalaulah dulu konfirmasi dengan KBRI, kalaulah dulu calling visa.””Saya sudah usaha, tapi terjadi kekeliruan maka perlu mengintropeksi diri. Jadi jangan sedih berlarut baik saya ustad yang memberikan tausiah maupun saudari-saudari yang hadir. Insya Allah kita jangan tobat untuk berbuat baik. Tobat dari dosa iya, tobat dari maksiat iya. Tapi, kalau gara-gara setelah acara ini saya tobat untuk berbuat baik, maka ini tidak benar.”

“Maka dalam kesempatan singkat ini ada lima hal yang ingin saya sampaikan. Mesti memahami bahwa segala yang terjadi dalam hidup ini ada dalam pengawasan Allas SWT dari mulai lahir sampai merangkak, berjalan sampai remaja menikah, punya anak sampai tua tidak ada yang luput dari pandangan Allah.”

“Maka jangan terlalu cemas menghadapi hidup, tapi jangan juga terlalu berserah kepada Allah. Tetap berusaha disamping itu juga bertawakal kepada Allah, maka hidup bersama Allah indah.”

“Kemudian ahwat sekalian dalam mencari nafkah. Ini perlu diluruskan, Hongkong bukan tujuan akhir, jangan sampai habis masa kerja terus-terusan. Di sana hanya tempat bertanam padi, setelah padi tubuh, lalu kemudian mekar, lalu kita tuap, petik jadi beras, maka kita pulang. Kembalilah ke tanah air.””Jangan sampai tidak ada batasnya lalu kemudian dua tahun, jadi tiga tahun tambah jadi enam tahun tambah menjadi sembilan tahun sampai akhirnya mau ke mana, padahal punya keluarga. Maka jangan setelah dapat uang malah seperti anak baru dapat mainan. Jangan sampai tidak tahu ini uang mau dilarikan kemana. Ini modal untuk ternak ayam, ternak lele, buka warung kecil.” (Red)